Makanan

Mondelēz Perkuat Investasi demi Pertumbuhan Global

Dipublikasikan pada

A purple Mondelēz International sign is visible on the exterior of a modern building with large windows.
Source: ConfectioneryNews Ingredients

Strategi Utama Perusahaan

Setelah sekian tahun berjuang melawan kenaikan harga kakao, gangguan rantai pasok, dan ketidakstabilan geopolitik, Mondelēz International kini beralih dari sikap defensif ke strategi ofensif. Menurut CFO Amit Banati pada konferensi Barclays Global Consumer, perusahaan akan menyalurkan kembali laba ke merek-merek utama seperti Cadbury, Oreo, Milka, dan Ritz, serta memperluas kapasitas inovasi dan jaringan distribusi. Pendekatan ini menekankan penggunaan keuntungan untuk memperkuat brand, bukan sekadar pencarian pertumbuhan jangka pendek.

Pasar Berkembang Menjadi Pendorong Utama

Sekitar 40 % penjualan Mondelēz berasal dari pasar-pasar berkembang, menjadikannya sumber pertumbuhan terbesar. Di India, jaringan produk perusahaan sudah mencakup tiga juta titik penjualan, sementara potensi total mencapai sepuluh juta toko. Di Cina, kehadiran biskuit belum menembus lebih dari tiga juta outlet, padahal masih ada ruang bagi tiga juta outlet lagi. Selain India, Cina, Brazil, dan Meksiko, wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Amerika Tengah, serta Eropa Selatan‑Tengah juga dipandang penting untuk ekspansi selanjutnya.

Pemulihan di Amerika Utara

Menurut COO Luca Zaramella, kondisi pasar Amerika Utara telah berubah signifikan dalam setahun terakhir. Faktor-faktor seperti peluncuran produk inovatif, ekspansi ke saluran penjualan yang lebih cepat tumbuh, dan peningkatan belanja pemasaran berperan besar. Produk-produk Oreo kini hadir dalam varian Minis, gluten‑free, dan tanpa gula, sambil memperluas penjualan ke segmen convenience dan konsumsi di luar rumah. Meskipun konsumsi snack secara keseluruhan di AS masih lemah, perusahaan yakin peluang ini dapat terus mendukung pertumbuhan.

Potensi di Eropa

Meskipun pasar Eropa dianggap matang, Zaramella menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan penjualan, terutama melalui strategi premium. Keberhasilan kolaborasi dengan Lotus Bakeries pada produk Biscoff membantu menegaskan bahwa merek seperti Cadbury dan Milka dapat bersaing di segmen indulgence yang lebih tinggi. Akuisisi merek Chipita juga memperkuat posisi Mondelēz dalam kategori biskuit, kue, pastry, dan snack bar. Di samping itu, modernisasi pabrik dan investasi pada rantai pasok diharapkan meningkatkan margin keuntungan.

Kolaborasi dan Inovasi

Kerjasama menjadi salah satu cara Mondelēz meningkatkan profil produknya. Proyek bersama Biscoff diproyeksikan menyumbang lebih dari US$300 juta pada tahun ini. Zaramella menyebut sinergi antara Biscoff dan produk cokelat sebagai kombinasi yang sangat disukai konsumen, dan menegaskan bahwa inisiatif tersebut diperlakukan sebagai merek baru, bukan sekadar ekstensi lini. Perusahaan juga terus meluncurkan produk baru di bidang cokelat, biskuit, pastry, dan snack yang lebih sehat, dengan keyakinan bahwa segmen snack merupakan pasar yang paling tahan banting.

Pembaruan Global Oreo 2027

Salah satu proyek paling ambisius Mondelēz adalah relansir Oreo secara global menjelang 2027. Dengan pendapatan tahunan sekitar US$5 miliar dan pertumbuhan menengah‑satu digit pada tahun ini, Oreo dijadwalkan mengalami perubahan kemasan, penambahan varian ukuran, peningkatan kualitas, serta kampanye pemasaran yang lebih luas. Meskipun Oreo menguasai sekitar 20 % pangsa pasar di Cina dan 10 % di AS, banyak negara masih berada di bawah 5 %. Relansir diharapkan memperluas distribusi, meningkatkan kemudahan pembelian, dan menarik konsumen baru.

Prospek Pasar Kakao

Kebijakan harga kakao yang sempat bergejolak kini menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Menurut Zaramella, produksi selama dua tahun terakhir telah melampaui defisit sebelumnya, sehingga stok kembali terisi. Harga pasar tetap rasional; produsen merek swasta belum menurunkan tarif meski biaya kakao menurun, sementara pesaing utama tetap menjaga harga secara konsisten. Dengan kondisi pasokan yang lebih dapat diprediksi, perusahaan merasa lebih yakin untuk merencanakan investasi jangka panjang.

Pandangan ke Depan

Dekade mendatang bagi Mondelēz tampak lebih berfokus pada ekspansi merek unggulan, percepatan inovasi, dan eksploitasi peluang snack yang belum tergarap, ketimbang sekadar melindungi margin dari fluktuasi kakao. Dukungan dari pasar berkembang, kebangkitan kembali di Amerika Utara, dan strategi premium di Eropa menjadi fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan rangkaian inovasi, kolaborasi strategis, serta perbaikan dalam rantai pasok dan produksi, Mondelēz menyiapkan diri untuk memperluas jejaknya di seluruh pasar snack global.