Pertanian

Barry Callebaut dan Arla Foods Gandeng Upaya Dekarbonisasi Rantai Pasokan Susu

Dipublikasikan pada

A close-up shows a swirling, glossy stream of melted chocolate.
Source: ConfectioneryNews Commodities

Latar belakang kolaborasi

Barry Callebaut, produsen cokelat global, menandatangani perjanjian kerja sama tiga tahun dengan Arla Foods, kooperatif susu asal Eropa. Tujuan utama kemitraan adalah menurunkan emisi karbon pada rantai pasokan produk susu, khususnya bubuk susu skim yang dibeli Barry Callebaut dari Arla. Data jejak karbon primer yang dihasilkan Arla setiap tahun akan dikaitkan dengan volume susu yang disuplai, sehingga Barry Callebaut dapat memantau dan mengelola emisi pada kategori Scope 3‑nya dengan lebih akurat.

Menurut Tilmann Silber, kepala inisiatif net‑zero di Barry Callebaut, pengurangan emisi pada bahan baku susu merupakan langkah penting dalam menurunkan jejak karbon perusahaan secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen Barry Callebaut untuk mempercepat transisi menuju produksi cokelat yang lebih bersih.

Di pihak Arla, Cathrine Konge Varming, direktur senior inovasi keberlanjutan, menyatakan bahwa kolaborasi ini memungkinkan Arla memperluas dukungan bagi petani anggota dalam memproduksi susu berkualitas tinggi sambil menyediakan data penting bagi pelaporan Barry Callebaut.

Mekanisme kerja

Perjanjian tersebut menetapkan beberapa prinsip utama:

  • Pelaporan jejak karbon pada level petani – Setiap petani yang berpartisipasi diminta melaporkan emisi gas rumah kaca (GRK) secara langsung, bukan menggunakan rata‑rata industri.
  • Kesesuaian dengan metodologi GRK yang diakui – Data yang dihasilkan harus sesuai standar internasional untuk pengukuran emisi di sektor susu.
  • Insentif finansial – Petani yang mengadopsi praktik ramah iklim akan menerima pembayaran tambahan.

Praktik yang didorong meliputi: Peningkatan efisiensi pakan ternak, Pengelolaan kotoran yang lebih baik, Peningkatan penggunaan energi terbarukan di lahan pertanian, Penerapan teknik pertanian cerdas iklim lainnya.

Arla sudah memiliki program insentif serupa, yang memberi penghargaan kepada petani yang berhasil menurunkan emisi atau meningkatkan kinerja lingkungan. Program ini menjadikan Arla sebagai mitra strategis bagi produsen makanan yang menginginkan bahan baku susu berkarbon rendah.

Kompleksitas dekarbonisasi susu

Emisi pada sektor susu tersebar di seluruh rantai pasokan: produksi pakan, metana enterik dari sapi, pengelolaan kotoran, penggunaan energi di peternakan, serta transportasi dan pengolahan susu. Karena sebagian besar emisi berasal dari proses biologis pada ternak, upaya pengurangan tidak dapat dicapai hanya dengan meningkatkan efisiensi energi.

Data yang dihasilkan pada tingkat petani menjadi kunci, karena memberikan gambaran yang lebih tepat dibandingkan perkiraan rata‑rata industri. Dengan mengaitkan jejak karbon pada volume susu yang spesifik, produsen dapat mengidentifikasi titik panas (hotspot) dan menargetkan intervensi yang paling efektif.

Implikasi bagi industri makanan

Untuk banyak perusahaan makanan dan minuman, emisi Scope 3 menyumbang mayoritas total jejak karbon mereka. Oleh karena itu, kolaborasi lintas rantai nilai menjadi krusial dalam mencapai target iklim. Model kerja sama Barry Callebaut–Arla dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ingin beralih dari perkiraan rata‑rata ke data primer yang lebih transparan.

Jika berhasil, pendekatan ini berpotensi mendorong munculnya kemitraan serupa di sektor susu maupun komoditas pertanian lain, mempercepat pengurangan emisi pada tahap paling menantang dalam rantai pasokan.

Peluang pengurangan emisi Barry Callebaut di luar susu

Selain inisiatif pada susu, Barry Callebaut masih memiliki ruang untuk menurunkan emisi Scope 3 pada aspek lain, antara lain:

  • Budidaya kakao, termasuk transisi ke energi terbarukan di perkebunan,
  • Logistik dan transportasi bahan baku,
  • Penggunaan pupuk yang lebih efisien dalam produksi pertanian,
  • Penggantian bahan kemasan dengan alternatif berkarbon rendah.

Dengan mengintegrasikan data primer dari pemasok dan memberikan insentif yang tepat, perusahaan dapat memperluas dampak positifnya di seluruh rantai nilai.

Penutup

Kerja sama tiga tahun antara Barry Callebaut dan Arla Foods menandai langkah konkret dalam mengatasi tantangan dekarbonisasi sektor susu. Dengan menitikberatkan pada data lapangan, metodologi standar, dan insentif bagi petani, inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi emisi pada produk susu yang dipasok, tetapi juga menawarkan kerangka kerja yang dapat diadopsi oleh pelaku industri makanan lainnya. Keberhasilan program ini dapat menjadi acuan bagi upaya serupa di masa depan, memperkuat transisi menuju rantai pasokan yang lebih berkelanjutan.