Pertanian

Laporan Tahunan Pusat Investasi FAO 2025: Mengubah Potensi Menjadi Kemajuan

Dipublikasikan pada

The annual review of the FAO Investment Centre showcases a collage of images and data related to food and agriculture, investment, and innovative solutions.
Source: FAO Newsroom

Gambaran Umum

Sistem agrifood kini menghadapi uji coba yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengancam ketahanan pangan global, mata pencaharian, perdamaian, dan stabilitas. Dalam kata pengantar laporan tahunan Pusat Investasi FAO untuk tahun 2025, Direktur Jenderal FAO QU Dongyu menekankan bahwa investasi menjadi kunci untuk mentransformasi sistem ini dan “mengubah potensi menjadi kemajuan”. Laporan yang dirilis baru-baru ini menampilkan rangkaian inisiatif bersama mitra dalam mempercepat perubahan melalui penanaman modal yang lebih banyak dan lebih berkualitas.

Capaian Tahun 2025

  • Desain proyek publik baru: Pusat Investasi membantu merancang 43 proyek publik di 44 negara, yang kemudian disetujui oleh lembaga keuangan dengan total nilai $7,8 miliar. Bank Dunia dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) menjadi dua pendukung utama.
  • Dukungan terhadap proyek berjalan: Sebanyak 254 proyek yang sedang berlangsung, mencakup investasi publik sebesar $51 miliar, tersebar di 95 negara.
  • Kontribusi kebijakan: Pusat berperan dalam 42 strategi pertanian, 37 studi sektoral, 17 studi kebijakan, serta empat dialog kebijakan di 67 negara.
  • Prestasi baru: Tahun ini mencatat persetujuan tiga proyek investasi swasta pertama yang dirancang dengan bantuan FAO, serta proyek peternakan pertama yang mendapat persetujuan dari Green Climate Fund.

Kemitraan dan Solusi Terpadu

Keunggulan Pusat Investasi terletak pada kemampuannya mengakses jaringan luas FAO, menghubungkan pemangku kepentingan, serta menyesuaikan pendekatan agar dampak dapat dirasakan secara besar‑bukaan. Solusi yang ditawarkan mencakup perencanaan strategis, kebijakan, pengembangan kapasitas, pekerjaan pengetahuan, serta peningkatan pembiayaan publik, swasta, dan campuran (blended finance).

Kerjasama yang berlangsung lama terus dipertahankan, termasuk dengan Bank Dunia, IFAD, dan European Bank for Reconstruction and Development (EBRD). Hubungan juga diperdalam dengan African Development Bank, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, serta Caribbean Development Bank untuk menggerakkan lebih banyak investasi agrifood yang didukung oleh solusi digital, berbasis alam, dan tahan iklim. Di sisi pembiayaan campuran, kerja sama dengan Uni Eropa, European Investment Bank, dan Cassa Depositi e Prestiti memperluas dana bagi produsen kecil dan agribisnis.

Fokus pada Rantai Nilai dan Pengetahuan

Pusat Investasi menajamkan keahlian dalam rantai nilai agrifood utama—seperti kakao, kopi, kacang mete, dan komoditas bernilai tinggi lainnya—untuk mengidentifikasi celah kebijakan, kebutuhan kapasitas, serta peluang investasi di koridor ekonomi dan transportasi strategis.

Sejak peluncuran program Innovation and Knowledge for Investment (IK4I) pada 2020, Pusat telah berkolaborasi dengan akademisi, peneliti, dan pakar FAO serta luarannya, menghasilkan 62 produk pengetahuan baru. Publikasi IK4I menjawab kesenjangan informasi kritis, menyoroti area yang kurang mendapat perhatian, atau memberikan panduan praktis. Dengan basis data dan analisis berbasis bukti, mereka juga membantu mengurangi risiko investasi.

Peningkatan Kapasitas Manusia

Investasi pada sumber daya manusia, khususnya petani kecil, menjadi prioritas. Sejak 2020, lebih dari 40 000 profesional—sekitar dua pertiga berasal dari Afrika—telah mengikuti 24 kursus e‑learning yang dirancang oleh Pusat. Kursus tersebut bersifat gratis, bersertifikat, multibahasa, dan dapat diakses secara mandiri, mencakup topik mulai dari penyusunan rencana investasi yang layak hingga penggunaan antibiotik secara bertanggung jawab di sektor peternakan. Jumlah peserta terus meningkat tiap tahun.

Pandangan Kedepan

Transformasi sistem agrifood memang menghadapi tantangan besar, namun peluang yang ada juga sangat signifikan. Pusat Investasi berencana memperluas ekosistem keuangan dengan menambah lebih banyak dana publik, swasta, dan campuran yang berdampak. Kerjasama dengan mitra lama maupun baru akan terus dipertahankan untuk memperkuat agenda pekerjaan agrifood, mengadopsi teknologi serta inovasi yang mengubah permainan, memperdalam analisis, dan menyebarkan pengetahuan secara lebih sistematis.

Mohamed Manssouri, Asisten Direktur Jenderal sekaligus Direktur Pusat Investasi FAO, menegaskan ambisi FAO untuk “berpikir lebih besar, bergerak lebih cepat, dan menghasilkan hasil yang lebih baik” serta mengubah “tantangan menjadi peluang”. Ia menutup dengan pernyataan bahwa dunia harus bersatu demi memastikan sistem agrifood tetap berfungsi bagi generasi kini dan yang akan datang.