Pertanian

Forum Pangan Dunia Afrika: Memanfaatkan Potensi Penduduk untuk Transformasi Agrifood Berkelanjutan

Dipublikasikan pada

A man in a suit is speaking at a podium surrounded by flags and microphones during a formal event.
Source: FAO Newsroom

Latar Belakang Acara

Pada hari Rabu di Nouakchott, Mauritania, pertemuan pertama World Food Forum Africa (WFF‑Africa) digelar berdekatan dengan Sidang Menteri pada Sesi ke‑34 Konferensi Regional FAO untuk Afrika (ARC34). Forum ini dirancang sebagai wadah yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan sektor agrifood global, dengan tujuan menjadikan inisiatif tersebut lebih berorientasi aksi, inklusif, dan fokus pada investasi di Afrika.

Direktur Jenderal FAO, QU Dongyu, menekankan bahwa pertumbuhan penduduk muda dan perempuan di Afrika merupakan aset terbesar benua. Ia menambahkan bahwa keberdayaan mereka bukan sekadar manfaat akhir transformasi, melainkan sumber utama perubahan.

Sorotan Utama

Kehadiran Pemerintah dan Ahli Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Mauritania, Mohamedou Ahmedou Mhaimid, memberikan sambutan. Sesi utama disampaikan oleh Kepala Ilmuwan FAO, Charles Spillane, yang menyoroti bahwa setengah populasi Afrika berusia di bawah 19 tahun dan sebagian besar bekerja di sektor informal dengan upah rendah. Maximo Torero, Kepala Ekonom FAO, memaparkan langkah konkret terkait inisiatif unggulan FAO “Hand‑in‑Hand”.

Tujuan World Food Forum QU Dongyu mengulas sejarah pendirian WFF pada 2019 dan menggarisbawahi pergeseran model pengembangan dari bantuan ke investasi. Forum diharapkan menjembatani ilmu pengetahuan, inovasi, serta dukungan keuangan dengan pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Inklusi Sebagai Kunci Transformasi

Menurut QU Dongyu, investasi berskala besar dan berdampak sangat diperlukan untuk mengatasi keterbatasan pendanaan keamanan pangan di Afrika, yang masih bergantung pada Bantuan Pembangunan Resmi (Official Development Assistance) dan terpecah‑pecah. Pengeluaran publik domestik memang meningkat, namun cenderung lebih memprioritaskan kebutuhan jangka pendek daripada infrastruktur penting seperti irigasi dan fasilitas pedesaan.

Ia menegaskan bahwa meskipun penduduk muda, perempuan, dan petani kecil merupakan aset utama, mereka masih kurang terlayani oleh sistem keuangan. Keterlibatan semua lapisan masyarakat bukan pilihan tambahan, melainkan prasyarat untuk produktivitas, ketahanan, dan stabilitas sosial.

Peluang Investasi dan Kolaborasi

Selama WFF‑Africa, sejumlah lokakarya menampilkan prestasi wirausahawan muda serta memberi ruang dialog antara peserta dengan aktor lokal di bidang riset dan investasi. Panel-panel khusus membahas:

  • Pendanaan program FAO untuk negara kepulauan kecil (Small Island Developing States).
  • Pengembangan irigasi di wilayah Sahel.
  • Agro‑processing, mekanisasi, dan perdagangan di Afrika bagian selatan.

Mauritania, selaku tuan rumah ARC34, menyampaikan hasil inisiatif investasi “Hand‑in‑Hand” yang telah dilaksanakan di negara tersebut.

Penutup dan Langkah Selanjutnya

Acara diakhiri dengan peluncuran International Year of the Woman Farmer in Africa serta seruan aksi dari Fatmata Binta, Duta Baik Regional FAO untuk Afrika. Sesi Menteri tingkat tinggi ARC34 dijadwalkan dimulai pada hari Kamis, menandai lanjutan diskusi mengenai strategi pertanian dan pangan berkelanjutan di benua.

---

Berita ini dirangkum berdasarkan laporan resmi FAO dan pernyataan yang disampaikan pada World Food Forum Africa, Nouakchott, 17 April 2026.