Komoditas
Mars Gandeng OFI Dorong Kakao Net‑Zero di Ecuador
Dipublikasikan pada

Program lima tahun untuk pertanian berkelanjutan
Mars, Inc. menegaskan komitmennya untuk mengurangi jejak karbon pada produksi kakao di Ecuador melalui kolaborasi dengan pemasok bahan baku, OFI (Olam Food Ingredients). Kedua perusahaan menyiapkan rencana lima tahun yang menitikberatkan pada praktik pertanian yang ramah iklim dan regeneratif di wilayah produsen kakao utama negara tersebut.
Benjamin Guilbert, wakil presiden global kakao Mars, menyatakan bahwa sinergi antara perusahaan dapat memperluas dampak positif bila tujuan bersama dijalankan secara konsisten. Ia menambahkan bahwa pencapaian iklim yang signifikan memerlukan ambisi kolektif, sebuah pandangan yang juga diungkapkan oleh Pedro Amaral, direktur asosiasi dan kepala keberlanjutan iklim kakao di Mars.
Tahap pertama: transformasi lahan agroforestry
Pada fase awal, lebih dari 960 petani di provinsi El Oro, Esmeraldas, Guayas, Los Ríos, Manabí, dan Santo Domingo akan mengadopsi sistem agroforestri multistrata. Sistem ini menggantikan kebun monokultur terbuka dengan kombinasi pohon, semak, dan tanaman lainnya yang meniru struktur hutan alami. Pendekatan tersebut diharapkan dapat:
- Meningkatkan hasil produksi kakao sekaligus melindungi mikroorganisme dan penyerbuk.
- Menyediakan penghalang alami terhadap hama dan penyakit.
- Mengoptimalkan penggunaan pupuk berkarbon rendah, mengelola residu tanaman, serta menerapkan biochar untuk memperbaiki kualitas tanah.
Andrew Brooks, kepala keberlanjutan kakao OFI, menekankan bahwa mempermudah akses petani ke praktik ini dapat menurunkan hambatan biaya sekaligus membuka peluang pendapatan baru, sehingga meningkatkan ketahanan mata pencaharian.
Luasan lahan yang terlibat dalam fase ini diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 hektar.
Rencana fase selanjutnya
Detail mengenai fase kedua belum diumumkan secara resmi.
Dinamika industri cokelat
Inisiatif Mars di Ecuador muncul seiring dengan langkah serupa dari pemain besar lain dalam industri permen dan cokelat. Nestlé, Mondelēz International, Ferrero, Hershey, dan Lindt juga telah mengintegrasikan pertanian regeneratif, sumber tanpa deforestasi, serta target net‑zero ke dalam strategi kakao mereka. Pendekatan kolektif ini menandakan pergeseran ke model bisnis yang menekankan investasi jangka panjang, kerja sama lebih intens dengan petani, serta dampak skala wilayah.
Seiring praktik ini menjadi standar industri, keunggulan kompetitif tidak lagi hanya terletak pada pernyataan ambisi iklim, melainkan pada kemampuan mewujudkannya secara luas di daerah penghasil kakao utama dunia.