Makanan

Alternatif Kakao Mendapat Dorongan Kuat di Industri Cokelat

Dipublikasikan pada

A hand is holding a piece of chocolate bar wrapped in foil against a golden background.
Source: ConfectioneryNews Commodities

Lonjakan Minat pada Kakao Tanpa Cokelat

Krisis pasokan kakao yang ditandai dengan lonjakan harga tertinggi dalam sejarah memaksa produsen cokelat mencari bahan pengganti. Di tengah fluktuasi pasar, empat perkembangan terbaru menunjukkan bahwa alternatif kakao mulai mendapatkan pijakan yang nyata.

Barry Callebaut Menggandeng Planet A Foods

Barry Callebaut, produsen cokelat konvensional terbesar di dunia, menandatangani perjanjian distribusi dengan startup teknologi makanan asal Jerman, Planet A Foods. Kesepakatan tersebut memberi Barry Callebaut hak menjual bahan alternatif kakao bernama ChoViva di luar Eropa Barat. ChoViva merupakan campuran bebas kakao yang dibuat dari biji bunga matahari.

Langkah ini bukan berarti Barry Callebaut mengalihkan fokusnya dari kakao tradisional, melainkan upaya mengurangi risiko portofolio yang terganggu oleh ketidakstabilan pasokan dan harga. Harga kakao yang memecahkan rekor telah menekan margin produsen, termasuk Barry Callebaut sendiri yang mencatat penurunan volume dan gangguan rantai pasokan. Perusahaan juga meneliti teknologi kultur sel kakao; bila memenuhi standar, bahan berbasis sel dapat menjadi tambahan pada rangkaian produknya.

Mondelēz International dan Celleste Bio Luncurkan Cokelat Berbasis Sel

Kolaborasi antara Mondelēz International dan startup Israel, Celleste Bio, menghasilkan milk chocolate pertama yang mengandung mentega kakao yang dibudidayakan secara seluler. Mondelēz menggunakan bahan tersebut dalam bar cokelatnya, sementara Celleste Bio bertanggung jawab atas produksi mentega kakao seluler yang diklaim bio‑identik dengan mentega kakao konvensional. Menurut Celleste Bio, bahan tersebut memberikan karakteristik leleh, kilau, dan sensasi di mulut yang sama dengan mentega kakao tradisional.

Perusahaan menargetkan peluncuran produk ke pasar pada 2027, setelah memperoleh persetujuan pra‑pasar di wilayah Amerika Serikat, Uni Eropa, Israel, dan Inggris. Mondelēz juga merupakan investor di Celleste Bio, meski belum dipastikan apakah mereka akan menjadi yang pertama mengaplikasikan bahan tersebut dalam produk akhir.

Nestlé Perkenalkan Cokelat Tanpa Kakao di Supermarket Jerman

Nestlé, perusahaan makanan terbesar di dunia, meluncurkan rangkaian Choco Crossies Snack Vibes yang bebas kakao di pasar Jerman. Produk ini merupakan upaya pertama sebuah perusahaan makanan besar untuk memperkenalkan cokelat tanpa kakao secara permanen. Bahan alternatif yang dipakai juga berasal dari Planet A Foods, serupa dengan yang dipilih Barry Callebaut.

Target pasar Nestlé adalah konsumen generasi Z, yang dalam riset internal perusahaan dikategorikan “cenderung positif” terhadap alternatif cokelat. Nestlé menyadari bahwa keberhasilan produk ini sangat penting bagi kelanjutan inovasi cokelat bebas kakao.

Investasi Besar dari Pemain Utama Cokelat

Ketertarikan produsen cokelat besar tidak berhenti pada produk jadi. Beberapa contoh investasi dan kemitraan di tahap penelitian meliputi:

  • Lindt & Sprüngli menanamkan dana pada Food Brewer, perusahaan Swiss yang mengembangkan kakao berbasis sel.
  • Barry Callebaut bekerja sama dengan Zurich University of Applied Sciences untuk meneliti kultur kakao.
  • Cargill mendanai Voyage Foods, startup yang menyusun cokelat bebas kakao menggunakan inti bunga matahari dan pasta biji anggur.

Dukungan finansial ini memberi sinyal kepercayaan terhadap potensi bahan pengganti kakao serta membantu para inovator mencapai skala produksi yang dapat bersaing dengan bahan tradisional.

Tantangan yang Masih Menghadang

Meskipun momentum meningkat, beberapa kendala besar masih harus diatasi:

  1. Regulasi – Bahan baru seperti kakao seluler belum memperoleh persetujuan pra‑pasar di mana pun, menjadikan regulasi hambatan utama.
  2. Permintaan dan Keterjangkauan – Tanpa skala produksi yang cukup, harga alternatif masih lebih tinggi dibanding kakao konvensional. Efisiensi ekonomi diperlukan untuk mencapai parity harga.
  3. Dukungan Konsumen – Selera pasar belum terbukti secara luas; produk Nestlé dan cokelat seluler belum ada data penjualan yang jelas. Selain generasi Z, produsen harus menarik demografis lain untuk mencapai penetrasi pasar yang signifikan.

Kesimpulan

Inovasi kakao alternatif kini berada pada fase transisi dari konsep ke aplikasi riil. Kolaborasi antara produsen cokelat besar, startup teknologi makanan, dan lembaga riset menandai langkah maju yang penting. Namun, regulasi, biaya, dan penerimaan konsumen tetap menjadi batu uji utama sebelum alternatif kakao dapat menggantikan peran tradisionalnya dalam industri cokelat.