Pertanian

Mars Ubah Risiko Pasokan Daun Mint Menjadi Keberhasilan Keberlanjutan

Dipublikasikan pada

Hands gently hold and examine a fresh mint leaf amidst lush green foliage.
Source: ConfectioneryNews Ingredients

Mars, Inc. menampilkan contoh konkret bagaimana sumber yang berkelanjutan dapat meningkatkan ketahanan rantai pasokan. Melalui program Shubh Mint, perusahaan multinasional ini berupaya memperkuat produksi daun mint alami sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang mengolahnya.

Mengapa Mint Menjadi Fokus Utama

Daun mint merupakan bahan penting dalam banyak produk Mars. Namun, sekitar 80 % mint mentol dunia dibudidayakan di Uttar Pradesh, India. Konsentrasi produksi di satu wilayah membuat pasokan rentan terhadap gangguan cuaca atau masalah lokal lainnya. Meskipun ada alternatif sintetis, Mars memilih untuk berinvestasi pada mint alami dengan harapan menciptakan sistem pertanian yang lebih tahan lama bagi perusahaan dan para petani.

Latar Belakang Program Shubh Mint

Diluncurkan pada tahun 2017, Shubh Mint dirancang untuk membantu petani mengadopsi praktik pertanian yang ramah iklim dan meningkatkan pendapatan mereka. Menurut Joseph Boulier, direktur pelaksana di Tanager—mitra Mars dalam inisiatif ini—sebelum program dimulai, banyak keluarga petani mint mengalami kesulitan memperoleh keuntungan. Dengan dukungan dana Mars, petani kini memperoleh akses ke pengetahuan, teknik, serta input pertanian yang terbukti meningkatkan profitabilitas.

Capaian Utama Program

  • Petani yang terlibat: Lebih dari 24 000 petani telah mengikuti program, dengan pendapatan mereka dari mint meningkat dua kali lipat.
  • Pemberdayaan perempuan: Sekitar 8 500 perempuan menerima pelatihan pertanian berkelanjutan; lebih dari 1 000 di antaranya memulai usaha sendiri, dan 4 500 bergabung dalam kelompok swadaya yang fokus pada literasi keuangan serta peningkatan kepercayaan diri.
  • Efisiensi produksi: Praktik seperti penataan tanaman yang lebih baik, irigasi terkontrol, penanaman sela, dan pengelolaan pupuk menurunkan biaya produksi hingga 20 % sekaligus meningkatkan hasil panen. Hal ini tidak hanya memperkuat pendapatan petani tetapi juga menjamin pasokan mint yang lebih stabil bagi Mars.

Meenal Bahirwani, pemimpin sumber berkelanjutan di Mars Snacking, menekankan perubahan perilaku perempuan di antara para petani: mereka beralih dari menandatangani dengan cap jari menjadi menulis nama mereka sendiri, menandakan peningkatan kepercayaan diri dan kemandirian.

Ekspansi ke Sektor Pertanian Lain

Keberhasilan Shubh Mint mendorong Mars untuk memperluas pendekatan serupa ke komoditas lain dalam rantai pasokannya. Program kini beralih ke model “pertanian menyeluruh”, yang bertujuan memastikan pendapatan layak bagi lebih banyak petani di seluruh jaringan pasokan permen dan makanan ringan perusahaan.

Sam de Frates, wakil presiden komersial dan keberlanjutan di Mars Snacking Eropa dan Eurasia Tengah, menyatakan bahwa inisiatif yang awalnya ditujukan untuk satu bahan kritis telah berkembang menjadi komitmen jangka panjang dan model yang dapat diterapkan kembali untuk memperbaiki sistem pertanian serta memberdayakan komunitas.

Kesimpulan

Melalui Shubh Mint, Mars menunjukkan bahwa investasi pada petani, komunitas, dan praktik pertanian berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat yang melampaui peningkatan produksi. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko pasokan tetapi juga mendukung tujuan lingkungan dan sosial perusahaan, menegaskan bahwa kinerja bisnis dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.