Pertanian
FAO Minta Dana Segera untuk Amankan Panen Gandum Afghanistan 2027 Menjelang Musim Tanam Utama
Dipublikasikan pada

Latar belakang kenaikan harga pupuk
Kenaikan tajam harga pupuk dunia, dipicu oleh gejolak di Timur Tengah pada tahun 2026, kini mengancam produksi gandum Afghanistan pada musim tanam 2027. Tanah Afghanistan secara alami memiliki kesuburan yang rendah, sehingga hasil gandum sangat bergantung pada pemupukan dengan diammonium fosfat (DAP) serta urea. Pada saat yang sama, gandum musim dingin tetap menjadi komoditas pokok negara dan menyerap lebih dari dua pertiga total permintaan pupuk tahunan.
Risiko bagi petani dan rumah tangga
FAO memperkirakan bahwa kenaikan biaya pupuk dapat memaksa petani mengurangi pemakaian atau mengecilkan area tanam. Hal ini berpotensi menurunkan produksi, mempersempit ketersediaan pangan di rumah tangga, serta menambah beban utang. Kelompok yang paling rentan meliputi rumah tangga yang dipimpin perempuan, keluarga yang baru kembali dari luar negeri, serta komunitas pedesaan yang sudah mengalami kekurangan pangan dan tidak memiliki ruang manuver untuk menanggung beban biaya tambahan.
Petani di provinsi Nimroz, seperti Din Mohammad, mengungkapkan bahwa praktik informal—di mana pedagang memberi pinjaman pupuk secara sukarela—sudah tidak ada lagi. “Jika kami tidak menggunakan pupuk, hasil lahan tidak akan terasa,” katanya. Sementara itu, petani lain, Wakil, menyatakan dilema antara memenuhi kebutuhan keluarga dan mengeluarkan uang untuk benih serta pupuk.
Upaya FAO melalui program IDEA
Menanggapi situasi tersebut, FAO mengajukan permohonan dana sebesar USD 38,3 juta yang direncanakan untuk menjangkau hingga 600 000 keluarga petani. Bantuan akan difokuskan pada penyediaan pupuk dan benih gandum bersertifikat sebelum musim tanam gandum musim dingin dimulai.
Program Identification, Delivery and Empowerment Application (IDEA)—sebuah platform pendaftaran petani berbasis biometrik dan e‑voucher—akan menjadi kanal distribusi. Melalui jaringan pedagang benih, pemasok pupuk, dan dealer input pertanian swasta, petani yang terdaftar dapat menukarkan voucher dengan bahan-bahan yang disubsidi. Lebih dari 100 000 petani sudah terdaftar untuk kampanye yang akan datang, memungkinkan penyaluran bantuan secara cepat dan luas.
FAO menekankan bahwa hasil panen dapat meningkat hingga 32,8 % bila benih bersertifikat dipadukan dengan pemupukan yang memadai serta praktik agronomi yang baik. Oleh karena itu, dukungan keuangan yang tersedia sebelum pertengahan September sangat krusial untuk menyalurkan input tepat waktu, menghindari penurunan produksi yang berujung pada kebutuhan bantuan kemanusiaan tahun berikutnya.
Prioritas dan tahapan distribusi
Skema bantuan akan memberi prioritas pada rumah tangga yang paling terancam kegagalan produksi, kemudian secara bertahap memperluas cakupan seiring tersedianya sumber daya. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan melindungi hasil panen gandum tahun depan, tetapi juga mengoptimalkan investasi jangka panjang FAO di sektor pertanian Afghanistan, menjaga capaian keamanan pangan, dan mengurangi ketergantungan pada bantuan kemanusiaan di negara dimana mayoritas penduduk menggantungkan hidupnya pada pertanian.
---
FAO menegaskan bahwa krisis ini bukan masalah ketersediaan pupuk, melainkan kemampuan petani untuk membelinya pada saat paling menentukan dalam kalender pertanian.