Makanan

Keamanan Pangan dan Gizi Anak di Gaza Membaik, Namun Masih Rapuh

Dipublikasikan pada

A person is working in a field of debris and newly planted seedlings amidst the ruins of a damaged building under a clear blue sky.
Source: FAO Newsroom

Gambaran Umum Analisis Terbaru

Sebuah kajian bersama FAO, UNICEF, dan WFP mengungkapkan bahwa kondisi keamanan pangan serta status gizi anak di Jalur Gaza menunjukkan tanda perbaikan. Kemajuan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan akses terhadap bantuan makanan, nutrisi, pertanian, dan layanan kesehatan. Meski demikian, para lembaga PBB menekankan bahwa peningkatan ini bersifat sementara karena masih bergantung pada bantuan kemanusiaan yang konsisten dan kebijakan perdagangan yang lebih lunak.

Temuan Utama IPC 2026

  • Populasi terdampak: Sekitar 1,4 juta jiwa (67 % penduduk Gaza) kini berada pada fase krisis atau lebih parah (IPC fase 3 ke atas), turun dari 1,6 juta orang (77 %) pada akhir 2025.
  • Kondisi darurat: Diperkirakan 212.000 orang berada pada fase 4, kebanyakan di zona yang dekat dengan garis militer Israel, di mana bantuan kemanusiaan sulit dijangkau.
  • Risiko malnutrisi: Empat wilayah—Gaza Utara, Gaza, Deir Al‑Balah, dan Khan Younis—diprediksi mencapai fase 2 (“alert”) dalam klasifikasi malnutrisi. Beberapa area di sekitar “garis kuning” belum dapat dievaluasi karena kendala akses.

Peningkatan Bantuan Kemanusiaan

Sejak gencatan senjata pada Oktober 2025, bantuan pangan dan nutrisi mengalami peningkatan signifikan. Pada Mei 2026 tercatat:

  • Parcel pangan: Disalurkan ke kira‑kira 1,5 juta orang.
  • Bantuan tunai multipurpose: Menjangkau sekitar 700 ribu penerima.
  • Program nutrisi: Menyentuh 60 % anak di bawah lima tahun, sementara akses ke perawatan malnutrisi akut meningkat tajam.

Sebagai perbandingan, pada September 2025 hanya sekitar 500.000 orang yang menerima bantuan pangan dan cakupan nutrisi untuk anak di bawah lima berada di bawah 1 %.

Keterbatasan yang Masih Ada

Meskipun bantuan telah meluas, kuota makanan masih dianggap tidak mencukupi baik dari sisi kuantitas, kualitas, maupun keragaman gizi. Impor komersial produk segar dan sumber protein juga tidak menentu, sehingga menambah tekanan pada sistem pangan.

Kondisi Malnutrisi

Penurunan angka malnutrisi sebagian besar berkat program pencegahan gizi dan peningkatan layanan pengobatan untuk kasus berat maupun sedang. Namun, tantangan tetap besar:

  • Anak-anak: Diproyeksikan 74.000 anak akan membutuhkan perawatan malnutrisi akut dalam 12 bulan ke depan.
  • Ibu hamil dan menyusui: Sekitar 25.000 wanita diperkirakan memerlukan dukungan nutrisi.

Kekurangan pangan bergizi, wabah penyakit berulang, serta keterbatasan air bersih dan sanitasi masih mengancam pencapaian gizi yang berkelanjutan.

Tanda-tanda Pemulihan Produksi Lokal

Di beberapa lokasi, petani dan peternak mulai kembali mengolah lahan setelah memperoleh akses ke tanah, input pertanian, aset produktif, bantuan veteriner, serta energi untuk irigasi. Contohnya, persediaan domba meningkat 33 % di wilayah yang mendapat dukungan terus‑menerus. Komunitas juga menunjukkan kreativitas dalam menghidupkan kembali kegiatan ekonomi berskala kecil bila kondisi memungkinkan.

Hambatan Struktural

  • Akses lahan: Lebih dari 70 % lahan pertanian Gaza tidak dapat dijangkau; hanya 3 % yang bisa dipergunakan saat ini.
  • Pembatasan impor: Barang pertanian non‑dualis seperti benih, pupuk organik, telur, dan hewan ternak kecil masih terkendala, baik untuk sektor komersial maupun kemanusiaan.
  • Larangan laut: Penutupan akses ke laut menghambat produksi pangan, pendapatan, dan pemulihan mata pencaharian.

Seruan kepada Komunitas Internasional

FAO, UNICEF, dan WFP menegaskan bahwa perdamaian, keamanan, dan kelancaran jalur distribusi bantuan—baik melalui Jordan, Israel, Mesir, maupun pos pemeriksaan di utara dan selatan—merupakan prasyarat utama pemulihan. Mereka meminta:

  • Penyediaan material tempat tinggal, bahan bakar, gas memasak, serta input pertanian melalui sektor swasta.
  • Perluasan akses komersial untuk menstabilkan pasar.
  • Perbaikan sistem air, sanitasi, dan layanan kesehatan guna mencegah kembali munculnya wabah.

Selain itu, lembaga‑lembaga tersebut mengajak donor internasional untuk meningkatkan pendanaan yang fleksibel dan dapat diprediksi pada bidang pangan, nutrisi, pertanian, kesehatan, air‑sanitasi, serta program pemulihan mata pencaharian. Dana yang ada saat ini semakin menipis; kegagalan mobilisasi sumber daya tambahan dapat membalikkan pencapaian yang telah diraih dan memperparah krisis bagi sekitar 2,1 juta penduduk Gaza.

Kutipan Pejabat

  • QU Dongyu (Direktur Jenderal FAO) menekankan bahwa keamanan pangan tidak dapat pulih tanpa kebangkitan produksi lokal serta akses petani, peternak, dan nelayan ke lahan, laut, benih, peralatan, serta dukungan teknis.
  • Catherine Russell (Direktur Eksekutif UNICEF) menyatakan penurunan malnutrisi akut, tetapi menyoroti anak‑anak yang masih kelaparan dan risiko kemunduran bila program gizi tambahan kehilangan dana.
  • Carl Skau (WFP, Acting Executive Director) mengingatkan bahwa kemajuan tetap rapuh dan situasi kemanusiaan secara keseluruhan masih sangat sulit, memerlukan akses, dana, serta stabilitas berkelanjutan.